Doa Sang Jenderal
Pada masa Perang Dunia Kedua, tepatnya bulan Mei 1952, seorang
jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur (1880-1964), menulis sebuah puisi untuk putra
tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan
harapan seorang ayah kepada anaknya.Ia memberi sang anak puisi indah
yang berjudul “Doa untuk Putraku”.
Doa untuk
Putraku
Tuhanku…
Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup
kuat untuk mengetahui
kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri
saat dalam
ketakutan
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan
Bentuklah putraku
menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-
citanya dan tidak hanya
tenggelam dalam angan-angannya saja
Seorang putra yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu
pengetahuan
Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin putraku di
jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh
hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan
Biarkan putraku belajar
untuk tetap berdiri di tengah badai dan
senantiasa belajar untuk mengasihi
mereka yang tidak berdaya
Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita
tinggi, sanggup memimpin
dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk
memimpin orang
lain
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti
makna tawa ceria tanpa
melupakan makna tangis duka
Putra yang
berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah
melupakan masa lampau
Dan, setelah semua menjadi
miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap
sungguh-
sungguh namun tetap mampu menikmati
hidupnya
Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia
ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber
kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…
Dan, pada
akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan
berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”
Diambil dari milist Tower99 Publish nomore_july@yahoo.com